Sherly Tjoanda Targetkan Maluku Utara Sebagai Rujukan Hilirisasi Nikel Global

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda secara resmi menargetkan provinsinya menjadi rujukan global bagi praktik hilirisasi nikel yang berkelanjutan.

Dalam berbagai forum nasional dan internasional, Sherly Tjoanda menegaskan komitmen daerahnya untuk mendorong industri hilirisasi nikel yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kontribusi Ekonomi Signifikan Dari Industri Nikel

Sebagaimana program hilirisasi nikel yang berkembang pesat di Maluku Utara telah mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah hingga 19,6% pada 2026.

Sherly Tjoanda menyatakan bahwa industri hilirisasi, khususnya di sektor nikel, memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi itu.

Investasi hilirisasi industri di Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp147,5 triliun, dengan sektor nikel berkontribusi Rp41,5 triliun sebagai penggerak utama.

Posisi Strategis Dalam Rantai Pasok Global

Maluku Utara kini menyumbang sekitar 13-15% dari total suplai nikel dunia, menjadikannya salah satu pusat hilirisasi nikel krusial dalam rantai pasok mineral kritis internasional.

Sherly Tjoanda menyoroti transformasi provinsi ini dari wilayah penghasil bahan mentah menjadi pusat industri strategis nasional yang terhubung dengan rantai pasok global.

Fokus Pada Keberlanjutan Lingkungan Dan Sosial

Maka pemerintah daerah yang dipimpin oleh Sherly Tjoanda semakin mengokohkan mekanisme pengendalian lingkungan, meningkatkan transparansi, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan industri.

Langkah itu krusial guna menjamin bahwa dampak pertumbuhan dapat dinikmati secara lebih merata dan berjangka panjang, terutama seiring tingginya sorotan global terhadap keberlanjutan rantai pasok mineral kritis.